kiyonten.desa.id- Sudah menjadi agenda rutin Takmir masjid Nurul Iman dalam merayakan tahun baru Islam. Bertempat di Masjid Nurul Iman, tepatnya pada Rabu (24/06/2026) atau malam 10 Muharram 1448 H, Takmir masjid Nurul Iman menggelar kegiatan santunan anak yatim.
Santunan anak yatim menjadi agenda rutin Takmir masjid Nurul Iman, Desa Kiyonten. Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali setiap tahunnya, tepatnya pada bulan Ramadan dan Muharram. Pada bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, baik yang bersifat ibadah individual maupun sosial.
Bulan Muharram disebut juga sebagai lebaran anak yatim karena pada tanggal 10 Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Hari tersebut dikenal sebagai Hari Raya Anak Yatim karena amalan ini memiliki makna yang sangat mulia, di mana umat Islam berkesempatan untuk menunjukkan kasih sayang, kepedulian dan kebaikan kepada anak-anak yatim.
Anjuran menyantuni anak yatim tercantum dalam hadist ke- 212 kitab Tahbih Al-Ghafilin bahwa :
“Siapa orang yang mengusap kepala anak yatim (menyantuni/menyayangi) pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah akan angkat derajatnya sebanyak rambut anak yatim tersebut yang terusap oleh tangannya”.
Selain itu, disampaikan pula oleh Ulama Syekh Abdul Hamid melalui syair dalam kitabnya yang dikenal dengan nama Kanzun Naja was Surur fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur, yang artinya :
“ 10 Muharram atau Hari Asyura, terdapat sepuluh amalan yang memiliki keutamaan istimewa. Puasalah, sholatlah, sambung silaturahmi, ziarah orang alim, menjenguk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat Al-Ikhlas 1000 kali “
Dilaksanakan setelah waktu Ashar, kegiatan ini dihadiri oleh Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Perangkat Desa, Babinsa, Jamaah Yaasin dan sejumlah tamu undangan yang tersebar di Desa Kiyonten. Sementara itu, kegiatan ini menghadirkan 12 anak yatim se-Desa Kiyonten berusia Balita hingga usia Sekolah Dasar (SD) yang telah di data sebelumnya oleh panitia penyelenggara.
Jumadi, Ketua Takmir Masjid Nurul Iman sekaligus Ketua Panitia dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dan yang menyisihkan rezekinya untuk anak-anak yatim. Jumadi mengingatkan agar tidak bosan untuk hadir, mendoakan dan memberikan kasih sayangnya untuk anak-anak yatim.
Lebih lanjut, dalam tausiyah yang disampaikan oleh H. Wakhid Prayitno, mengajak kepada seluruh tamu undangan yang hadir agar bersama-sama mengambil hikmah beberapa peristiwa di zaman Rasululloh SAW khususnya mengenai keutamaan memberikan kasih sayang atau menyantuni anak yatim.
Dalam tausiyahnya, H. Wakhid Prayitno mengutip kisah seorang tukang sol sepatu yang mendapat gelar haji terbaik karena rela dengan ikhlas menyumbangkan tabungan hajinya yang dikumpulkan selama 30 tahun kepada masyarakat miskin dan anak yatim yang kekurangan makanan kala itu.
Memasuki waktu sholat Magrib, kegiatan ini ditutup dengan membaca do’a bersama yang dipimpin oleh H. Wakhid Prayitno.