kiyonten.desa.id - Pemdes Kiyonten menggelar kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Tanggap Bencana Skala Lokal Desa pada Senin, 5 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu upaya meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah desa.
Kegiatan ini turut menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi sebagai narasumber. Peserta kegiatan terdiri dari Kepala Desa, Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Ketua RT dan RW se-Desa Kiyonten.
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Desa Kiyonten dalam mendukung program Desa Berketahanan Iklim dan Tangguh Bencana, sebagaimana arah prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2026 yang mengacu pada Permendes PDT Nomor 16 Tahun 2025.
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Desa Kiyonten, Sunardi. Dalam sambutannya, Sunardi menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Ngawi yang telah berkenan hadir dan memberikan edukasi serta penyuluhan mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana kepada Pemerintah Desa Kiyonten dan para peserta.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Ngawi yang telah hadir untuk memberikan penyuluhan dan wawasan mengenai mitigasi bencana. Harapannya, ilmu yang diperoleh hari ini dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga Desa Kiyonten semakin siap dan tanggap dalam menghadapi bencana,” ujar Sunardi.
Sementara itu, Istamar, selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Ngawi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kiyonten yang telah memfasilitasi kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tersebut.
Istamar berharap para peserta yang mengikuti kegiatan dapat memahami materi yang disampaikan dan selanjutnya menularkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melindungi diri dan lingkungan.
Menurutnya, hal yang paling penting dalam penanggulangan bencana adalah membangun kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi. Kesiapsiagaan yang baik akan membantu masyarakat mengambil langkah yang tepat, cepat, dan terukur ketika menghadapi kondisi darurat.
“Harapan kami, apa yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat ditularkan kepada masyarakat Desa Kiyonten. Masyarakat semakin tanggap dan memiliki kemampuan untuk melindungi diri. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi,” ungkap Istamar.
Selanjutnya, materi sosialisasi disampaikan oleh Rizal Syahrul Romadlon, yang memberikan pemahaman dan wawasan terkait potensi kebakaran serta langkah-langkah penanganannya. Materi tersebut mencakup pengenalan potensi bahaya kebakaran, upaya pencegahan, tindakan awal ketika terjadi kebakaran, serta pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat.
Tidak hanya penyampaian teori, kegiatan sosialisasi juga dilengkapi dengan simulasi sederhana penanganan potensi kebakaran yang diperagakan oleh tim BPBD Kabupaten Ngawi. Simulasi tersebut bertujuan memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai tindakan yang tepat dan aman untuk mencegah dan mengurangi resiko kebakaran.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Kiyonten berharap terbentuk kesadaran bersama bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas kebencanaan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesiapsiagaan aparatur desa, BPD, RT, RW, serta masyarakat, diharapkan Desa Kiyonten mampu menjadi desa yang lebih tangguh, responsif, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus mewujudkan Desa Berketahanan Iklim dan Tangguh Bencana.