kiyonten.desa.id - Sesuai hasil sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia, warga Desa Kiyonten merayakan Hari Raya Idhul Adha 1447 H pada Rabu, 27 Mei 2026. Hari Raya Idhul Adha yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah memiliki banyak makna yang terus di ingat bagi umat Islam.
Hari Raya Idul Adha atau dikenal sebagai Hari Raya Qurban adalah hari raya yang bermakna sebagai bentuk ketaatan, pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Perayaan ini memperingati ketaatan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan dengan menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, demi menjalankan perintah Allah SWT.
NabI Ibrahim AS dan putranya yang berhasil menunjukkan kepatuhannya terhadap Allah SWT hingga akhirnya Nabi Ibrahim diperintah Allah SWT untuk menyembelih hewan Qurban sebagai ganti Nabi Ismail AS. Peristiwa tersebut diabadikan dalam QS.As-Saffat ayat 107.
Selain bermakna mengenai ketaatan, pengorbanan, keikhlasan yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, Idhul Adha juga memiliki makna menguatkan solidaritas melalui semangat berbagi kepada sesama melalui berkurban bagi yang mampu.
Semangat berbagi di Hari Raya Idhul Adha sudah diajarkan langsung Allah SWT melalui Alqur’an. Dimomen ini, umat islam diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban dan membagikan sebagian dagingnya kepada orang-orang yang membutuhkan.
Firman Allah SWT dalam QS.AL-Hajj : 36 yang artinya :
“ Unta-unta itu Kami jadikan untukmu sebagai bagian dari syiar agama Allah. Bagimu terdapat kebaikan padanya. Maka, sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya, sedangkan unta itu) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Lalu, apabila telah rebah (mati), makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta minta) dan orang yang meminta-minta. Demikianlah Kami telah menundukkannya (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur.ˮ (QS. Al-Hajj: 36).
Ayat tersebut memiliki spirit yang kuat tentang semangat berbagi di momen Hari Raya Idhul Adha. Didalamnya tersirat makna bahwa ibadah kurban menjadi sarana untuk menebar kebaikan, mempererat tali persaudaraan, dan sebagai momentum untu berbagi.