SELAMAT DATANG DI WEBSITE DS.KIYONTEN KEC.KASREMAN KAB.NGAWI <<<< SELAMAT HARI RAYA IDHUL ADHA 1445 H

Artikel

Mengapa 10 Muharram Disebut Sebagai Hari Lebaran Bagi Anak Yatim ?

28 Juli 2023 09:42:01  SUPARNO  92 Kali Dibaca  Berita Desa

kiyonten.desa.idBulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Keagungan bulan Muharram dijadikan sebagai ladang pahala bagi umat muslim diseluruh dunia.

Datangnya bulan Muharram sebagai tandanya tahun baru Islam perlu dirayakan dengan amalan ibadah sunnah tertentu. Selain menjalankan puasa pada tanggal 10 Muharram, amalan ibadah yang dianjurkan pada hari tersebut bagi umat muslim ialah menyantuni anak yatim piatu/yatim.

Bulan Muharram disebut sebagai lebaran anak yatim karena pada tanggal 10 Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Hari tersebut dikenal sebagai Hari Raya Anak Yatim karena amalan ini memiliki makna yang sangat mulia, di mana umat Islam berkesempatan untuk menunjukkan kasih sayang, kepedulian dan kebaikan kepada anak-anak yatim.

Anjuran menyantuni anak yatim tersebut sesuai dengan hadist ke- 212 kitab Tahbih Al-Ghafilin bahwa :

“Siapa orang yang mengusap kepala anak yatim (menyantuni/menyayangi) pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah akan angkat derajatnya sebanyak rambut anak yatim tersebut yang terusap oleh tangannya”.

Selain itu, disampaikan pula oleh Ulama Syekh Abdul Hamid melalui syair dalam kitabnya yang dikenal dengan nama Kanzun Naja was Surur fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur, yang artinya :

“ 10 Muharram atau Hari Asyura, terdapat sepuluh amalan yang memiliki keutamaan istimewa. Puasalah, sholatlah, sambung silaturahmi, ziarah orang alim, menjenguk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat Al-Ikhlas 1000 kali “

Kegiatan santunan anak yatim setiap tanggal 10 Muharram juga telah menjadi kegiatan rutin selama beberapa tahun ini di Masjid Nurul Iman Desa Kiyonten. Kegiatan ini dilaksanakan selepas Isya’ pada Kamis (27/07/2023).

Turut hadir dalam kesempatan ini, Kades beserta perangkat desa, Babinsa, Bhabinkatibmas, jamaah yaasin dusun kiyonten, tamu undangan, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Kiyonten, serta jamaah masjid Nurul Iman.

Diikuti oleh 13 anak yatim di Desa Kiyonten, kegiatan ini dimulai dengan kata sambutan oleh ketua Takmir. Jumadi menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim merupakan kegiatan rutin, dan selain dilaksanakan tanggal 10 Muharram juga dilaksanakan setiap tanggal 17 Ramadhan.

Setelah kata sambutan selesai, dilanjutkan dengan acara inti yaitu santunan anak yatim yang di koordinir oleh Susi selaku jamaah Yaasin Dusun Kiyonten. Santunan anak yatim dilakukan oleh seluruh jamaah yang hadir baik diberikan secara langsung maupun di sampaikan melalui bendahara Masjid Nurul Iman yang kini dijabat oleh Mujianto ( Kaur Kesejahteraan Desa Kiyonten ).

Dengan di awali oleh H. Wakid Prayitno, para jamaah menyalurkan sedekahnya kepada anak yatim dan selanjutnya mengusap rambutnya secara bergantian. Di iringi do’a sholawatan, kegiatan santunan terlaksana dengan penuh rasa haru bahkan tak sedikit para jamaah meneteskan air mata.

Setalah acara inti selesai, dilanjutkan dengan siraman rohani oleh H.Wakhid Prayitno selaku tokoh agama dan dilanjutkan dengan do’a penutup.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Aparatur Desa

Back Next